4 Jenis Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

pemeriksaan kehamilan

Ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan dan pertumbuhan janin dalam kandungan. Mengacu pada rekomendasi WHO, pemeriksaan perlu ibu hamil lakukan minimal 4 kali sepanjang periode kehamilan.

Tetapi, pada kondisi kehamilan tertentu, kemungkinan bisa melakukan pemeriksaan kehamilan lebih sering. Melansir penjelasan dr. Med Damar Prasmusinto, SpOG. (K), jika kondisi kehamilan Bunda sehat dan normal, maka Bunda semakin jarang melakukan pemeriksaan.

Sebaliknya, apabila janin memiliki kondisi tertentu, dokter akan menganjurkan Bunda untuk lebih sering melakukan pemeriksaan. 

Jenis-Jenis Pemeriksaan Kehamilan

Apa saja ya, jenis pemeriksaan kehamilan yang sering dokter rekomendasikan? Yuk langsung simak pembahasannya! 

Tes Urine

Tes urine lengkap yang Bunda lakukan bertujuan untuk mengetahui kadar gula darah dan protein di dalam tubuh. Kadar gula darah yang tinggi bisa menjadi indikasi atau risiko diabetes. Sedangkan, apabila urine Bunda mengandung protein, kemungkinan besar terdapat infeksi di tubuh yang harus segera tenaga medis tangani.

Bunda bisa juga memiliki risiko terhadap preeklampsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah dan kandungan protein yang tinggi pada urine. 

Tes Tekanan Darah

Setiap Bunda kontrol kehamilan, pasti dokter juga akan memeriksa tekanan darah Bunda. Pemeriksaan tensi darah ini rutin dilakukan pada setiap ibu hamil.

Ini sangat penting karena kondisi kehamilan yang membuat tekanan darah Bunda sering berubah-ubah, sehingga berisiko menimbulkan komplikasi seperti pendarahan, hipertensi, dan preeklampsia. Dengan mengecek tekanan darah secara rutin, maka dokter dapat melakukan pencegahan jika ternyata Bunda mengalami risiko komplikasi. 

Tes TORCH

Pemeriksaan TORCH atau singkatan dari toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex ini dokter lakukan untuk mendeteksi antigen dan antibodi di dalam tubuh Bunda. Sehingga, dapat mengetahui apakah Bunda pernah terinfeksi, sedang terinfeksi, atau tidak pernah terinfeksi oleh keempat penyakit tersebut.

Jika Bunda terinfeksi salah satu dari penyakit tersebut saat hamil, itu akan membahayakan pertumbuhan janin dan mengakibatkan bayi terlahir cacat. Bagi ibu hamil yang mempunyai hewan peliharaan atau pernah keguguran, biasanya dokter merekomendasikan untuk melakukan tes TORCH ini.

Idealnya, tes ini Bunda lakukan sebelum positif hamil, namun masih efektif jika Bunda lakukan di awal kehamilan. Untuk melakukan Tes TORCH, dokter akan mengambil sampel darah ibu hamil, kemudian diperiksa di laboratorium. 

USG Kehamilan

Dokter melakukan pemeriksaan kehamilan menggunakan alat USG (ultrasonografi) minimal sebanyak tiga kali sepanjang periode kehamilan. Saat ini, ada beberapa jenis alat USG yang dokter gunakan untuk memeriksa kondisi kehamilan, antara lain 2 dimensi, 3 dimensi, dan 4 dimensi.

Pemeriksaan USG kehamilan sangatlah penting, terutama untuk memantau pertumbuhan janin, kondisi kehamilan Bunda dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Nah berbicara tentang USG, bagi Anda yang saat ini sedang mengandung, Anda bisa periksa kehamilan di klinik Kehamilan Sehat. Klinik yang berdiri sejak tahun 2016 ini merupakan klinik kehamilan yang sangat modern dan bermutu tinggi.

Saat ini, Kehamilan Sehat sudah memiliki 16 cabang yang tersebar di Tanah Air. Di sana, Anda bisa memperoleh layanan pemeriksaan kehamilan terbaik, mulai dari konsultasi, USG 2D maupun 4D, hingga proses persalinan sekalipun. Dengan harga yang sangat kompetitif, Anda akan tetap merasakan pelayanan terbaik untuk keamanan dan kenyamanan.

Post a Comment for "4 Jenis Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Diketahui Ibu Hamil"